Ada Kemungkinan Gaji Karyawan RSUD Di bawah UMRKOMISI IV DPRD Surakarta menyatakan gaji pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo non PNS bisa saja di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Hal ini lantaran anggaran gaji karyawan non PNS senilai Rp 1, 8 miliar yang bersumber dari APBD tak bisa dicairkan.

Sekretaris Komisi IV,  H  Abdul Ghofar Ismail  Ssi mengatakan, anggaran gaji karyawan non PNS RSUD Solo itu telah dianggarakan dalam APBD 2013. Namun karena telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka RSUD ini menggunakan sistem pengelolaan keuangan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), anggaran dari APBD itu tidak bisa dicairkan.

“Bisa saja nanti karyawan non PNS RSUD gajinya di bawah UMK. Kan tinggal kemampuan RSUD dan juga perjanjian awalnya,” kata Ketua Komisi IV, Teguh Prakosa , siang tadi, di ruang komisi ini.

Menurutnya, setelah bersatus BLUD, RSUD Solo dapat mengelola keuangan sendiri termasuk kemampuan dalam menggaji karyawan nantinya. “Ya kalau mampunya nanti di bawah UMK ya nggak papa. Yang penting sesuai perjanjiannya,” tuturnya.

Meski demikian, Pemkot Surakarta tetap komitmen dalam memberikan subsidi untuk RSUD. Hanya saja, subsidi diberikan dalam bentuk anggaran lain. Misalnya perbaikan fisik atau pun alat-alat kesehatan. Bantuan dalam bentuk gaji karyawan jelas tidak dimungkinkan.

“Bukan berarti Pemkot tidak tanggung jawab. Tetap tanggung jawab. Kita mensuport fisik atau alkesnya. Kalau gaji dari APBD jelas tidak bisa. Gaji hanya untuk PNS,” ujarnya. (S)

Keterangan gambar : RSUD Surakarta: Ada kemungkinan gaji karyawan rumah sakit ini di bawah UMR. (S)